<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata</title> 
				<description>Lembata – Kabupaten kepulauan di Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan budaya, alam, dan potensi ekonominya. Temukan informasi resmi, destinasi wisata, budaya, dan identitas daerah Lembata melalui portal pemerintah Kabupaten Lembata.</description>
				<link>https://www.lembatakab.go.id/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Bupati Lembata Sebut Festival Lamaholot Tak Sekadar Hiburan, tetapi Penggerak Ekonomi</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/bupati-lembata-sebut-festival-lamaholot-tak-sekadar-hiburan-tetapi-penggerak-ekonomi</link>
						                <description>Lembata – Pelaksanaan Festival Lamaholot tahun 2026 bukan sekadar berkumpul, melainkan momentum untuk kembali menyatu dalam akar sejarah dan jati diri bangsa.Festival Lamaholot juga untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur budaya dan tradisi di antaranya persaudaraan, kekerabatan dan bahu membahu dalam membangun daerah dan bangsa.Hal itu disampaikan Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dalam membuka Festival Lamaholot Tahun 2026 di Pantai Wulen Luo, Rabu 1 Juli 2026.“Atas izin-Nya, kita hadir untuk merayakan kehidupan yang ditenun oleh leluhur kita dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan”, ungkap Bupati Lembata.Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bahu-membahu mempersiapkan kegiatan ini.Disampaikan Festival Lamaholot 2026 kini telah diakui secara nasional sebagai salah satu dari 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.Ini membuktikan bahwa pesona budaya Lamaholot layak dinikmati oleh dunia.Menurutnya, budaya Lamaholot bukan hanya tentang ritual, tetapi adalah napas kehidupan. Ia hidup di Lembata, Adonara, Solor, Flores Timur, dan Alor. Ia terpatri dalam bahasa, terjalin dalam tenun, dan terjaga dalam ritual.Tema yang di angkat tahun ini, “Tue Taan Ago Lewo, Tane Taan Towe Tana” dengan makna “Menenun Kehidupan”, memiliki makna yang sangat dalam dan filosofis. “Sebagaimana sebuah kain tenun yang indah tidak mungkin terbentuk hanya dari satu benang, demikian juga kemajuan daerah tidak akan terwujud tanpa persatuan dan dukungan seluruh komponen yang ada di daerah.Menurut Bupati Kanis, benang yang terpisah sudah pasti lemah, namun bila ditenun menjadi kain, ia menjadi kuat, berharga, dan tak mudah putus.Demikian juga dalam membangun daerah, jika dilakukan sendiri-sendiri sudah tentu akan berat. Tetapi apabila dikakukan secara bersama-sama, maka kita akan mudah untuk bergerak maju menggapai cita-cita pembangunan, yakni kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.“Oleh karena itu, festival Lamaholot ini hadir bukan hanya sebagai panggung hiburan, tetapi sebagai wadah pemersatu dan penggerak roda ekonomi. Kita ingin membangun daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap berakal budi”, harapnya.Ia berharap festival Lamaholot dapat menjadikan daerah ini berdaya saing tinggi, namun tetap menjaga akar adat.Dan yang paling utama, kita ingin daerah yang tetap lestari di mana alam kita terjaga, budaya kita terawat, dan generasi mendatang tetap bisa merasakan keindahan yang kita rasakan hari ini.Menurut Bupati Lembata, kearifan lokal Lamaholot sejak dulu mengajarkan kita untuk mencintai alam, menghormati laut, dan menyayangi sesama.Di tengah derasnya arus modernisasi, jangan sampai kita maju secara teknologi, namun kehilangan identitas: jangan sampai kita kaya secara materi, namun miskin akan budaya.“Kepada generasi muda saya titipkan pesan ini, meneruskan budaya bukan berarti hidup di masa lalu, melainkan membawa nilai-nilai luhur itu untuk menerangi masa depan. Jadilah generasi yang pandai menenun mimpi, namun tetap teguh berpijak pada tanah leluhur”, kata Bupati Lembata. Kepada para pengunjung, wisatawan serta tamu undangan, Bupati Kanis Tuaq memberikan apresiasi dan menyampaikan selamat menikmati kehangatan di festival Lamaholot. (Kominfo Lembata) </description>
					                </item><item>
						                <title>Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/bupati-dan-wakil-bupati-lembata-hadiri-upacara-hut-ke80-bhayangkara</link>
						                <description>Lembata – Bupati Lembata, P Kanisius Tuaq  bersama Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara yang berlangsung khidmat di halaman Polres Lembata, Rabu (1/7/2026).Turut hadir Ketua DPRD, unsur Forkopimda, jajaran Polres Lembata, Polairud, TNI, Dinas Perhubungan, perwakilan Bank BNI, Bank NTT, Bank BRI, para purnawirawan Polri, serta tamu undangan lainnya.Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Lembata terhadap pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.Dalam upacara tersebut, Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, membacakan amanat Presiden Republik Indonesia. Presiden menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara Ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri sekaligus apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan seluruh personel Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional secara profesional.Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus bermuara pada pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui tugas melindungi, mengayomi, dan melayani. Pelayanan yang responsif, profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat menjadi ukuran utama keberhasilan Polri dalam menjalankan amanat undang-undang.Dalam amanatnya, Presiden juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global, perkembangan kejahatan siber, kejahatan transnasional, hingga tingginya ekspektasi publik menuntut Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang adaptif, prediktif, modern, dan mampu merespons setiap perubahan secara cepat. Di sisi lain, Polri juga diharapkan terus mengawal berbagai program strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, program makan bergizi gratis, pemberantasan narkoba, judi online, penyelundupan, hingga menjaga iklim investasi nasional.Presiden turut memberikan lima arahan strategis kepada seluruh jajaran Polri, yaitu memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme pelaksanaan tugas, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi tantangan strategis, serta memperkuat legitimasi institusi melalui integritas, transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi publik yang baik.Menurut Presiden, pengabdian kepada masyarakat merupakan jati diri Polri. Oleh karena itu, setiap anggota Polri dituntut terus menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang berkualitas, penegakan hukum yang adil, serta transformasi menuju institusi yang semakin profesional, humanis, responsif, dan berintegritasMomentum HUT Bhayangkara Ke-80 juga menjadi refleksi atas dedikasi dan pengabdian Kepolisian Republik Indonesia yang terus bertransformasi sebagai institusi yang profesional, modern, dan semakin dekat dengan masyarakat. Polri diharapkan pelayanan kepolisian semakin responsif terhadap kebutuhan warga serta mampu memperkuat kepercayaan publik.Upacara ditutup dengan rangkaian kegiatan seremonial sebagai bentuk penghormatan kepada insan Bhayangkara yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.Selamat Hari Bhayangkara Ke-80. “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” Semoga semangat pengabdian yang telah diwariskan selama delapan dekade terus menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan, menegakkan keadilan, dan mengawal kemajuan Indonesia hingga ke seluruh pelosok negeri, termasuk Kabupaten Lembata. (Prokompim/Kominfo Lembata) </description>
					                </item><item>
						                <title>Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/bupati-lembata-turun-tangan-bangun-fondasi-tk-st-mikhael-baobolak-ikut-angkut-batu-bersama-warga</link>
						                <description>Lembata – Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq turun langsung dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Taman Bermain Anak TK St. Mikhael di Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutung, Selasa (30/6/2026).Dalam kegiatan tersebut, Bupati tidak hanya melakukan prosesi seremonial, tetapi juga ikut terlibat bersama warga dan jajaran pemerintah daerah mengangkut batu untuk pekerjaan fondasi.Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisasi TK St. Mikhael Baobolak, dengan nilai bantuan sebesar Rp448.621.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan proyek ini dijalankan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan masa kerja 90 hari kalender.Program tersebut turut didukung oleh kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kejaksaan Agung RI sebagai bagian dari pengawasan dan pendampingan pelaksanaan pembangunan satuan pendidikan.Di lokasi kegiatan, Bupati Lembata terlihat memimpin langsung aksi gotong royong bersama Kepala Dinas Pendidikan, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Camat Nagawutung, para guru, serta unsur Bhabinkamtibmas.Mereka bersama-sama memungut dan menyusun batu sebagai dasar pembangunan fasilitas taman bermain anak.Kepala TK St. Mikhael Baobolak, Monika Ose Langoday, menjelaskan bahwa lokasi pembangunan merupakan tanah hibah dari Pemerintah Desa Baobolak dengan luas kurang lebih 50 x 50 meter persegi. Selain pembangunan taman bermain, program revitalisasi juga mencakup rehabilitasi sejumlah fasilitas pendidikan, yakni dua ruang kelas (kelas A dan B), satu ruang administrasi, dua unit toilet, serta fasilitas sanitasi yang berada di atas lahan Yayasan Pendidikan Umat Katolik Lembata (Yapenduklem).Ia menambahkan, TK St. Mikhael Baobolak merupakan lembaga pendidikan swasta yang telah terakreditasi B selama tiga tahun berturut-turut sejak 2010. Sekolah ini berdiri di atas lahan Yapenduklem sejak didirikan pada tahun 2006.Dalam operasional sehari-hari, sekolah masih bergantung pada dukungan APBDes Desa Baobolak, dengan tenaga pendidik sebanyak dua guru dan satu tenaga administrasi.Saat ini, terdapat 20 anak didik yang mengikuti proses pembelajaran, terdiri dari 14 anak di kelas A dan 6 anak di kelas B. Namun demikian, pihak sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan ruang guru, tidak tersedianya ruang UKS dan ruang literasi anak, serta belum adanya pagar sekolah yang berdampak pada kerusakan sejumlah fasilitas permainan.Dalam sapaannya, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa kegiatan peletakan batu pertama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol nyata kehadiran negara dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.“Peletakan batu ini menjadi dasar untuk meletakkan fondasi masa depan generasi muda Lembata, khususnya di Desa Baobolak,” ujar Bupati.Selain itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik yang telah berperan dalam mencerdaskan anak-anak di wilayah tersebut. Ia menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan pihak sekolah akan menjadi perhatian pemerintah daerah sesuai dengan kemampuan fiskal yang tersedia.Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan kosong sebagai sumber peningkatan ekonomi keluarga. Ia turut memaparkan program unggulan daerah Nelayan Tani Ternak, serta rencana pengembangan investasi perkebunan jambu mete di Kecamatan Nagawutung.Menurutnya, lahan yang belum dimanfaatkan dapat dikerjasamakan dengan investor dalam skema sewa jangka panjang, dengan tetap memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal sebagai tenaga kerja dengan upah yang layak. Namun demikian, ia menegaskan bahwa syarat utama kerja sama tersebut adalah legalitas lahan yang harus sudah bersertifikat dan tidak dalam sengketa.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat layanan pendidikan dasar, khususnya pendidikan anak usia dini, sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat di Kabupaten Lembata. (Prokompim/Kominfo Lembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Bupati dan Wabup Lembata Siapkan Operasi Besar Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/bupati-dan-wabup-lembata-siapkan-operasi-besar-terkait-dugaan-penyalahgunaan-bbm-subsidi</link>
						                <description>Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata tidak lagi tinggal diam. Bupati dan Wakil Bupati Lembata menyiapkan operasi besar-besaran untuk membongkar dugaan penyelewengan BBM subsidi yang selama ini meresahkan masyarakat.Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan kelangkaan terus terjadi, memicu dugaan kuat BBM subsidi menjadi ladang bisnis oknum.Kelangkaan BBM subsidi di Lembata bukan cerita baru. Namun kali ini persoalannya dianggap sudah mengancam. Nelayan sulit melaut. Pelaku UMKM terhambat usaha. Semua antre berjam-jam di SPBU, sementara kabar miring soal “penimbunan” dan “pengalihan” terus beredar.Pemerintah Kabupaten Lembata menyebut kondisi ini janggal. Sebab, secara data kuota yang masuk ke daerah disebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Maka muncul satu pertanyaan keras: Jika kuota aman, kenapa BBM subsidi tetap langka? Dugaan pun mengarah ke ulah oknum yang menjadikan BBM subsidi sebagai komoditas bisnis ilegal.Untuk menjawab persoalan tersebut, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Muhammad Nasir memimpin Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Bersubsidi bersama Kapolres Lembata, OPD teknis, Tim Satgas Pengawasan BBM, serta pihak SPBU 03 Balauring, SPBU 04 Waijarang, dan SPBU 05 Tanah Merah pada Senin (29/6/2026).Dari hasil penelusuran tim satgas di lapangan, terungkap sejumlah dugaan penyimpangan dalam sistem distribusi BBM subsidi yang diduga menjadi salah satu penyebab terganggunya penyaluran kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi tersebut.Hasil penelusuran Tim Satgas yang diprakarsai Badan Kesatuan Bangsa dan Politik bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lembata mengungkap sejumlah temuan mengejutkan. Di antaranya, satu orang diketahui dapat menguasai hingga lima sampai enam barcode pembelian BBM subsidi. Tim juga menemukan penggunaan barcode oleh pihak yang tidak tercantum dalam surat keputusan penerima, penggunaan barcode yang telah kedaluwarsa, hingga dugaan praktik jual beli barcode kepada oknum tertentu.Tak hanya itu, ditemukan pula penggunaan surat kuasa dalam pengambilan BBM subsidi, kartu kendali rekomendasi yang tidak diisi, lemahnya pengawasan distribusi, tidak adanya pengelompokan terhadap 352 nelayan penerima manfaat, hingga dugaan kerja sama antara oknum petugas SPBU dan pemegang barcode untuk memperoleh keuntungan pribadi.Wakil Bupati Muhammad Nasir menilai berbagai penyimpangan tersebut terjadi karena lemahnya pengawasan dan tidak adanya tindakan tegas terhadap pelaku pelanggaran.“BBM subsidi hari ini sudah dijadikan ladang bisnis oleh oknum tertentu. Ketika ditemukan penyimpangan, kita sering kali tidak menindaklanjuti secara serius. Akibatnya, pelaku yang sama terus mengulangi perbuatannya,” tegas Nasir.Menurutnya, setiap temuan harus ditelusuri hingga tuntas dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum akan melakukan operasi gabungan untuk memverifikasi seluruh penerima barcode BBM subsidi, khususnya para nelayan yang berhak menerima subsidi.Wabup Nasir menjelaskan, Kabupaten Lembata memiliki lebih dari 1.100 nelayan yang menjadi sasaran pelayanan BBM subsidi. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 900 nelayan yang telah masuk dalam proses verifikasi administrasi, sementara yang telah memiliki barcode resmi dari Pertamina baru berkisar 300 nelayan.Kondisi ini dinilai menjadi tantangan tersendiri karena kebutuhan BBM nelayan terus meningkat seiring aktivitas melaut. Di sisi lain, dugaan penyalahgunaan barcode oleh pihak yang tidak berhak menyebabkan distribusi BBM subsidi tidak tepat sasaran sehingga nelayan yang seharusnya menerima manfaat justru kesulitan memperoleh BBM.“Banyak barcode yang setelah ditelusuri ternyata berada di rumah yang bukan milik nelayan. Ini persoalan serius yang harus segera ditertibkan,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa setiap pemegang barcode akan diverifikasi kembali berdasarkan kondisi riil di lapangan, termasuk keberadaan kapal, kapasitas GT, serta spesifikasi mesin yang tercatat dalam sistem Pertamina. Mereka yang terbukti tidak memenuhi syarat akan dicoret dari daftar penerima dan tidak lagi diberikan akses terhadap BBM subsidi.Wabup Nasir juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi. Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum berkomitmen mengambil langkah tegas terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan.Bupati Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa penyelesaian persoalan BBM di Lembata membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak SPBU.“Ini urusan segitiga. Pemerintah daerah, Polres, dan SPBU harus bergerak bersama. Sumber daya ini milik negara, kenapa kita tidak bisa mengaturnya dengan baik?” kata Bupati.Ia mengaku geram karena persoalan BBM terus berulang dan menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, terlalu banyak energi yang dihabiskan untuk rapat dan saling menyalahkan, sementara solusi konkret belum dijalankan secara maksimal.“Saya sudah bosan rapat, sudah bosan dihujat. Yang harus kita awasi sekarang adalah pelaku-pelaku yang bermain. Kalau ada yang terbukti curang, proses saja sesuai aturan,” tegasnya.Bupati Tuaq meminta agar segera disusun regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) baru sebagai dasar pelaksanaan Operasi Transparansi BBM bersama aparat keamanan. Fokus pengawasan akan diarahkan pada dugaan penyimpangan di tingkat SPBU, agen penyalur, maupun pihak-pihak yang memanfaatkan celah distribusi untuk kepentingan pribadi.Selain penertiban, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki distribusi BBM, termasuk pembukaan sub penyalur baru di wilayah yang sulit dijangkau nelayan serta upaya pemerataan distribusi kuota antar lokasi pelayanan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan dan mengurangi antrian panjang yang selama ini terjadi.Menutup rapat, Bupati dan Wakil Bupati sepakat bahwa reformasi tata kelola distribusi BBM subsidi harus segera diwujudkan. Seluruh pihak, termasuk SPBU dan agen penyalur, akan diminta menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah praktik penyimpangan.Dengan dukungan penuh aparat kepolisian, Pemerintah Kabupaten Lembata kini bersiap melakukan pengawasan lebih ketat dan penindakan hukum terhadap setiap bentuk penyalahgunaan BBM subsidi. Langkah ini diharapkan mampu menjawab keresahan masyarakat sekaligus memastikan subsidi benar-benar diterima oleh nelayan dan kelompok masyarakat yang berhak. (Prokompim/Kominfo Lembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/penyampaian-laporan-pertanggungjawaban-pelaksanaan-apbd-ta-2025-dalam-rapat-paripurna-dprd</link>
						                <description>Lembata – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, didampingi oleh Wakil Bupati H. Muhamad Nasir dan Sekretaris Daerah Paskalis Ola Tapo Bali, secara resmi menghadiri Rapat Paripurna II Masa Sidang ke-3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lembata.Agenda utama dalam rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Lembata pada Senin (29/6/2026) ini adalah pembahasan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2025.Rapat paripurna kali ini dipimpin langsung oleh Fransiskus Xaverius B. N. selaku Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lembata.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kanisius Tuaq menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD secara langsung di hadapan forum dewan. Penyampaian ini merupakan wujud akuntabilitas dan transparansi Pemerintah Kabupaten Lembata dalam mengelola keuangan daerah selama tahun anggaran berjalan."Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaan keuangan negara daerah. Kami berkomitmen untuk terus menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan transparan," ujar Bupati.Di akhir pembacaan nota pengantar Ranperda, Bupati Kanisius Tuaq secara simbolis menyerahkan dokumen lengkap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada Pimpinan DPRD untuk selanjutnya dikaji, dan dibahas lebih lanjut dalam tahap-tahap pembahasan berikutnya. Dokumen tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua I, Fransiskus Xaverius B.N.Turut hadir mendampingi dalam rapat paripurna tersebut diantaranya Wakil Ketua II DPRD, Gewura Fransiskus, Para Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Serta seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata.Rapat berjalan dengan tertib, kondusif, dan penuh semangat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik demi kemajuan Kabupaten Lembata. (Prokompim/Kominfo Lembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/menjadi-pengelola-bank-sampah-adalah-pekerjaan-mulia</link>
						                <description>Lembata – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menyampaikan apresiasi yang mendalam dan pujian setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus serta anggota Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Misa Syukur dan Pemberkatan alat kerja yang berlangsung di Sekretariat Bank Sampah Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Jumat (19/6/2026).Dalam sapaannya, Bupati Kanis Tuaq mengungkapkan keinginannya untuk memiliki semangat kerja yang sama seperti para petugas kebersihan."Saya pingin menjadi orang kotor, pingin bekerja seperti bank sampah ini, karena dari yang kotor menghasilkan kota yang bersih, hati yang bersih," ujar Bupati Kanis Tuaq.Menurut Bupati, pekerjaan mengelola sampah bukanlah pekerjaan rendahan, melainkan tugas yang sangat mulia karena mampu mengubah kondisi lingkungan menjadi lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisik maupun batin."Harus riang gembira, senyum. Orang bank sampah harus mengambil format ini menjadi pekerja-pekerja yang luar biasa," tegasnya.Perayaan Ekaristi pada kesempatan tersebut dipimpin langsung oleh Pastor Rumah Soferdy Waikomo, Pater Frans So. Dalam homilinya, Pater Frans So menekankan bahwa pekerjaan membersihkan lingkungan adalah bentuk nyata dari pelayanan dan pengabdian seperti yang dicontohkan Yesus Kristus."Suatu hal yang luar biasa, kelompok sukarelawan ini mau melayani seperti Kristus melayani, menyelamatkan lingkungan hidup dan lingkungan masyarakat," kata Pater Frans So.Saat ini, Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo telah memiliki 52 anggota yang beroperasi mulai pukul 03.00 dini hari. Dengan mengandalkan 8 unit bentor, mereka bekerja keras menyusuri gang-gang sempit di tujuh kelurahan kota Lewoleba untuk mengumpulkan sampah plastik dan barang rongsokan.Sejak diresmikan operasionalnya oleh Bupati pada Agustus 2025, lembaga ini telah melebarkan sayapnya ke tiga kecamatan, dengan target ekspansi hingga ke seluruh kecamatan di Kabupaten Lembata.Merespons permohonan dukungan anggaran, penguatan armada dan skema  kerjasama yang melibatkan OMK di tiap lingkungan, yang disampaikan Pembina yang juga Anggotá DPRD, David Blasius Huglole Koban atau Capten Vigis, Bupati menyatakan dukungan dan akan memperhatikannya dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung program positif ini."Selama matahari masih terbit di ufuk timur, kita tetap selalu bersama. Nelayan jaga di laut, petani menjaga tanahnya, peternak menjaga ternaknya sendiri, dan Cahaya Agate Waikomo menjadi matahari yang terus bersinar," pungkas Bupati.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Lurah Lewoleba Barat, serta seluruh jajaran pengurus dan anggota Bank Sampah. (Prokompim/ Kominfo Lembata) </description>
					                </item><item>
						                <title>Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/pemkab-lembata-gelar-talk-show-sosialisasikan-perda-kabupaten-layak-anak</link>
						                <description>Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) menyelenggarakan kegiatan talk show bertema 'Kabupaten Layak Anak: Bersama Melindungi, Bersama Menginspirasi', Kamis (18/6/2026).Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Anton Enga Tifaona, Kantor Bupati Lembata, serta disiarkan secara langsung melalui live streaming kanal YouTube resmi Dinas Kominfo Kabupaten Lembata.Talk show ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lembata Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA), sebagai komitmen memperkuat sistem perlindungan dan pemenuhan hak anak di daerah.Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, Ketua BAPPEMPERDA Kabupaten Lembata Gaspar Sio Apelaby, Kepala Dinas P2PA Kabupaten Lembata Maria Anastasia Bara Baje, serta Kabag Hukum Setda Kabupaten Lembata Daniel Surya.Dalam sambutan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, ditegaskan bahwa penetapan Perda Nomor 2 Tahun 2026 merupakan langkah strategis daerah dalam mendukung agenda nasional menuju Indonesia Layak Anak, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan perlindungan anak secara nasional.Sekda Paskalis Ola Tapo Bali menekankan bahwa implementasi Perda ini membutuhkan konsolidasi lintas sektor agar seluruh pemangku kepentingan dapat menerjemahkan regulasi tersebut ke dalam program kerja yang konkret dan berkelanjutan.“Unsur-unsur terkait dalam pentahelix harus mampu menerjemahkan seluruh program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan anak dan pemenuhan hak anak sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” ujar Sekda dalam paparannya.Ia juga mengingatkan pentingnya integrasi dan harmonisasi kebijakan antar-OPD agar pelaksanaan Kabupaten Layak Anak dapat berjalan optimal dan terarah. Menurutnya, terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan khusus anak, yang melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait.Sekda juga menyoroti pentingnya perluasan partisipasi peserta dalam kegiatan sosialisasi agar pemahaman terhadap substansi Perda dapat menjangkau seluruh pemangku kepentingan secara lebih luas.Sementara itu, dalam sesi diskusi, para narasumber membahas secara mendalam berbagai aspek penting dalam Perda tersebut, mulai dari tanggung jawab pemerintah daerah, peran masyarakat, hingga mekanisme perlindungan anak yang komprehensif guna menjamin terpenuhinya hak-hak anak secara optimal.Pemerintah Kabupaten Lembata berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2026 diharapkan menjadi landasan kuat dalam mempercepat terwujudnya Kabupaten Lembata sebagai Kabupaten Layak Anak yang melindungi sekaligus menginspirasi generasi masa depan.Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah Kepala OPD terkait, KADIN Lembata, perwakilan sekolah SD-SMP, Duta Anak, NGO, serta perwakilan Forum Jurnalis Lembata. (Prokompimkablembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Dari Gereja St. Andreas Motong, Bupati Lembata Gaungkan Semangat Membangun dari Pinggiran</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/dari-gereja-st-andreas-motong-bupati-lembata-gaungkan-semangat-membangun-dari-pinggiran</link>
						                <description>Lembata - Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P menghadiri pemberkatan Kapela St. Andreas Motong, kapela ke-204 Yayasan Vinea Dei, Minggu (14/6/26). Bersama Uskup Larantuka dan Ketua TP PKK, ia juga menyaksikan penerimaan Sakramen Krisma di Stasi Motong, Paroki Lerek. Bupati berpesan pembangunan iman harus jalan beriringan dengan perhatian ke wilayah pinggiran.“Hari ini kita terima kapela baru dan Sakramen Krisma. Ini kekuatan baru. Saya titip ke umat Motong: jaga kapela ini, rawat iman ini, dan majukan kampung ini. Pemerintah siap dampingi dari pinggiran supaya tidak ada yang tertinggal,” jelas Bupati P. Kanisius Tuaq. Perayaan iman ini berlangsung khidmat dan penuh sukacita dipimpin langsung oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Dengan Mengusung tema “Menjadi Bait Allah yang Hidup Dalam Satu Tubuh, Satu Roh dan Satu Harapan”, perayaan ini menjadi momentum bersejarah bagi umat Stasi St. Andreas Motong dalam memperkuat kehidupan menggereja, persaudaraan, dan semangat kebersamaan dalam masyarakat.Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Uskup Larantuka, Yayasan Vinea Dei, para imam, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Kapela St. Andreas Motong hingga dapat diberkati dan digunakan oleh umat.Menurut Bupati, kehadiran Uskup di wilayah terpencil seperti Motong merupakan teladan nyata pelayanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang letak geografis.“Keberadaan Bapak Uskup di kampung kecil ini menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk terus hadir dan melayani masyarakat hingga ke wilayah-wilayah pinggiran,” ujar Bupati.Menanggapi berbagai aspirasi masyarakat terkait infrastruktur, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan dasar meskipun di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Ia menyampaikan bahwa saat ini seluruh wilayah Kabupaten Lembata telah menikmati layanan listrik, sementara program penyediaan air bersih terus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan daerah.Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan tidak merasa tertinggal meskipun berada jauh dari pusat kota. “Motong telah membuktikan mampu melahirkan banyak orang hebat yang berkarya bagi sesama. Karena itu masyarakat harus terus percaya diri dan optimis membangun daerahnya,” katanya.Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa wilayah Atadei merupakan salah satu lumbung ekonomi Kabupaten Lembata yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Pemerintah daerah tentu, akan terus memfasilitasi pemasaran hasil-hasil pertanian masyarakat. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kondisi curah hujan yang cukup baik dalam dua tahun terakhir sehingga memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung.Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan kebijakan baru pemerintah daerah yang berpihak kepada petani, yakni pembelian jagung dengan sistem penimbangan langsung bersama tongkolnya.“Kebijakan ini kami ambil untuk memudahkan petani agar tidak lagi terbebani dengan proses memipil, menjemur, serta menyiapkan sarana pengeringan secara mandiri. Pemerintah hadir untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.Menurut Bupati fokus pembangunan Kabupaten Lembata tetap berlandaskan semangat Nelayan, Tani, Ternak sebagai fondasi utama penguatan ekonomi masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro menyampaikan ucapan selamat kepada para krismawan dan krismawati yang telah menerima Sakramen Krisma.Menurutnya, melalui sakramen tersebut, karunia Roh Kudus yang telah diterima sejak baptis kini diteguhkan kembali agar mereka mampu menjadi saksi Kristus dan membawa keselamatan bagi sesama. “Dalam diri para krismawan dan krismawati kini ada tanda keselamatan. Karena itu mereka dipanggil untuk menjadi tanda keselamatan bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Uskup.Mgr. Yohanes juga mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan pemberkatan kapela yang berlangsung dengan baik serta mempertemukannya dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen besar terhadap pelayanan umat.Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lembata yang terus membangun sinergi dengan Gereja demi kemajuan masyarakat. Uskup juga berharap pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju wilayah Motong, dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Selain itu, Uskup menyampaikan harapannya agar jumlah penduduk dan umat di Motong terus bertambah di masa mendatang sehingga kehidupan sosial dan kehidupan menggereja semakin berkembang.Menutup sambutannya, Uskup memberikan apresiasi kepada kelompok koor dari Atawolo yang telah mengiringi perayaan dengan sangat baik. Ia mengajak seluruh umat untuk tidak hanya memuji Tuhan di dalam kapela yang baru, tetapi juga mewujudkan iman melalui kerja keras, kepedulian terhadap sesama, serta pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab demi kesejahteraan bersama. Pemberkatan Kapela St. Andreas Motong menjadi tonggak penting bagi perkembangan kehidupan iman umat setempat sekaligus simbol nyata kolaborasi antara Gereja, pemerintah, dan berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang beriman, sejahtera, dan berdaya saing.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Asisten Administrasi Umum (Asisten III), Sekretaris Keuskupan Larantuka, Ketua Yayasan Vinea Dei, Deken Lembata, pimpinan perangkat daerah, Camat Atadei, Camat Buyasuri, unsur Forkopimcam, Pastor Paroki Lerek, para imam, suster, bruder, diakon, frater, serta umat dari berbagai wilayah. (Prokompim/Kominfo Lembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Surabaya dan Lewoleba Kini Terhubung Jalur Roro, Pelayaran Perdana Tepat di HUT ke-27 Lembata</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/surabaya-dan-lewoleba-kini-terhubung-jalur-roro-pelayaran-perdana-tepat-di-hut-ke27-lembata</link>
						                <description>Lembata – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjajaki pembukaan trayek kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) jarak jauh atau Long Distance Ferry (LDF) yang akan menghubungkan Surabaya, Jawa Timur, dengan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran PT ASDP Indonesia Ferry dan Pemerintah Kabupaten Lembata yang berlangsung di Kuma Resort, Lewoleba, Rabu (10/6/2026).Pertemuan itu dihadiri Bupati Lembata bersama jajaran pemerintah daerah, Asisten I, II, dan III Sekretariat Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan, serta sejumlah pelaku usaha ekspedisi, termasuk Trans Lembata dan Rusto Ekspedisi.Group Head Bisnis Pelayaran Komersial PT ASDP Indonesia Ferry, Rizky Dwianda, mengatakan perusahaan berkomitmen memperluas jaringan layanan pelayaran ke kawasan timur Indonesia, termasuk NTT.Menurut Rizky, ASDP saat ini tengah mengembangkan lintasan pelayaran jarak jauh dengan basis operasional di Surabaya dan Kupang guna mendukung distribusi logistik serta mobilitas penumpang antardaerah."Kami ingin mengetahui kebutuhan para pelaku usaha di Lembata. Potensi daerah ini cukup besar dan kami siap berdiskusi untuk menemukan solusi terbaik. Yang kami butuhkan adalah masukan terkait komoditas unggulan, kebutuhan logistik, dan ekosistem usaha yang ada," kata Rizky.Ia menjelaskan, ASDP saat ini mengoperasikan sembilan kapal di wilayah Kupang dengan kapasitas yang bervariasi, mulai dari kapal kecil hingga kapal berkapasitas besar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lintasan.Menurutnya, kehadiran kapal Ro-Ro jarak jauh akan membantu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas pertanian, peternakan, dan hasil perikanan dari Lembata.Rizky menegaskan, ASDP juga siap melayani lintasan yang belum sepenuhnya menguntungkan secara komersial sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat."Kami ingin memastikan kapal yang ditempatkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah. Karena itu, kami perlu memahami kondisi pasar dan kebutuhan riil masyarakat maupun pelaku usaha," ujarnya.Sementara itu, Bupati Lembata menyambut positif rencana pembukaan trayek Surabaya–Lewoleba tersebut. Menurutnya, layanan pelayaran langsung dari Surabaya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya mahasiswa yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa, petani, nelayan, dan pelaku usaha.Ia menegaskan bahwa kehadiran trayek baru harus mampu menghadirkan tarif yang kompetitif dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat."Kehadiran ASDP harus menjadi solusi untuk menekan biaya transportasi yang selama ini masih relatif tinggi. Sebagai perusahaan milik negara, orientasi pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas," tegasnya.Bupati Lembata bahkan menargetkan pelayaran perdana rute Surabaya–Lewoleba dapat dilaksanakan pada 12 Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Lembata. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tahapan teknis yang perlu diselesaikan sebelum layanan tersebut resmi beroperasi.Selain itu, ia menekankan pentingnya menjadikan Lembata sebagai titik singgah utama dalam pengembangan trayek tersebut. Bahkan, terbuka peluang pengembangan rute lanjutan yang menghubungkan Surabaya, Lewoleba, Atapupu, hingga Timor Leste.Terkait kesiapan infrastruktur, Bupati meminta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memikirkan peningkatan fasilitas pelabuhan, termasuk pembangunan sarana pendukung dan pembenahan pelabuhan agar aktivitas logistik dan ekspedisi dapat berkembang dengan menjadikan Lembata sebagai basis operasional.Di akhir pertemuan, Bupati mengajak seluruh pihak mendukung realisasi pembukaan trayek tersebut agar pelayaran perdana dapat terlaksana sesuai target yang telah ditetapkan. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah tetangga, seperti Flores Timur dan Alor, dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di NTT."Tujuan utama kita adalah melayani masyarakat dan mempercepat pembangunan agar Lembata tidak tertinggal dari daerah lain," pungkasnya. (Kominfo Lembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Pemkab Lembata Kembali Raih Opini WTP Untuk Keenam Kalinya </title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/pemkab-lembata-kembali-raih-opini-wtp-untuk-keenam-kalinya-</link>
						                <description>Lembata — Pemerintah Kabupaten Lembata kembali meraih prestasi gemilang di bidang pengelolaan keuangan daerah.Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menerima secara resmi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Lembata tahun 2025.Penyerahan LHP dilakukan di Gedung BPK RI Perwakilan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/6/2026). Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Syafrudin Sira, Sekretaris Daerah, Paskalis Ola Tapo Bali, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Lukman Suksin.Menurut Kepala BKAD, Lukman Suksin, BPK RI  telah melakukan audit terhadap laporan keuangan Pemda sesuai standar yang berlaku. Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004, tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK RI sebagai auditor eksternal pemerintah telah menilai dan memberikan opini wajar tanpa pengecualian terhadap informasi keuangan  dalam laporan keuangan Pemda. Opini audit ini adalah pernyataan profesional pemeriksa sebagaimana dimuat dalam penjelasan pasal 16 ayat (1) UU Nomor 15 Tahun 2004.Lukman Suksin menjelaskan, ada empat kriteria utama yang menjadi dasar penilaian BPK, yakni kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, efektivitas pengendalian intern, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan pengungkapan yang lengkap. Keempat kriteria ini dipatuhi dengan baik oleh Pemda Lembata dalam laporan keuangan sehingga selama enam enam tahun berturut- turut mendapat opini WTP dari BPK. (Prokompi/Kominfo Lembata)</description>
					                </item></channel>
  	</rss>